benda mustika
Sekarang tanggal : 26th September 2020 - Buka jam 24 Jam, Setiap Hari ( Wajib Buat Janji )

Keris Keramat

Artikel ini berangkat dari beberapa pengalaman rekan – rekan saya ketika membawa keris dan terkena razia senjata tajam, tapi alhamdulilah berkat ilmu pengetahuan dan bekal yang sudah diberikan dan diberikan pemahaman maka tidak ada satupun benda budaya tersebut yang disita oleh pihak aparat yang berwajib.

Ini adalah yang terjadi dalam dunia perkerisan indonesia sering kali menjadi sorotan amankah membawa keris dalam perjalanan? adakah pasal – pasal yang mengatur dalam UUD yang melindungi kita sebagai pecinta budaya, Kolektor Tosan Aji, Perkerisan, Benda Pusaka,dari pihak yang kurang bertanggung jawab? yang ingin mengambil menyita benda pusaka yang kita bawa dengan alih alih membawa senjata tajam dan lainnya dengan dasar hukum.

Seperti pasal UU No 12 Darurat tahun 1951

Tentu masalah ini menjadi lebih serius apabila anda tidak tahu pasal ataupun undang – undang yang mengatur tentang pemisahan keris ( Benda Pusaka ) dengan senjata tajam.Tentu saja ada mekanisme perlindungan hukum bagi pemilik,kolektor dan pemegang keris ataupun tosan aji sebagai benda pusaka dan benda budaya.

Seperti pasal 15 ayat (2) huruf (e) UU RI No.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia disebutkan bahwa :

Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang undangan lainnya berwenang memberikan izin dan melakukan pengawasan senjata api, bahan peledak dan senjata tajam.

Saya sampaikan kepada teman – teman pecinta keris dan tosan aji serta pusaka – pusaka peninggalan ( Kujang, Tombak,Keris ,Badik pusaka,Mandau,Pedang, dan sebagainya ).Serta benda pusaka lainnya tidak dapat dikategtorikan sebagai “senjata tajam ” karna keris dan benda pusaka adalah warisan nenek moyang maupun leluhur turun temurun yang harus kita jaga sudah barang tentu kepemilikannya pun tidak memerlukan izin dan pengawasan. Sebenarnya kita aman membawa pusaka – pusaka tersebut tentu dengan cara membawanya dengan benar tidak dalam posisi  ( siap digunakan ) Melainkan kita bungkus dengan koran pelastik atau apapun sehingga dalam keadaan aman.karna ada undang – undang yang mengaturnya perlu anda ketahui pasal yang biasa digunakan aparat kepolisian dalam menjaring dan menangkap siapa saja yang membawa keris atau tosan aji tidak relevant dengan

Penjelasan pasal 15 ayat (2) huruf (e) Undang-Undang RI No.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia :Yang dimaksud dengan “senjata tajam” dalam Undang-Undang ini adalah senjata penikam, senjata penusuk, dan senjata pemukul, tidak termasuk barang-barang yang nyata-nyata dipergunakan untuk pertanian, atau untuk pekerjaan rumah tangga atau untuk kepentingan melakukan pekerjaan yang sah, atau nyata untuk tujuan barang pusaka, atau barang kuno, atau barang ajaib sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12/DRT/1951.

Saya Raden Ireng Kencana sebagai pecinta dan pelestari pusaka dan tosan aji melihat ini menjadi sesuatu yang dramatis dan dilematis.karna keris, tosan aji serta pusaka – pusaka peninggalan ( Kujang, Tombak,Keris ,Badik pusaka,Mandau,Pedang, dan sebagainya ) kebetulan berwujud benda tajam yang ada kalanya disalahgunakan untuk kepentingan yang tidak pada tempatnya. seperti pada kasus kasus kerusuhan,perang antar suku,beberapa kasus penodongan dijadikan sebagai senjata yang bertujuan untuk membunuh,mengancam ataupun melukai.

Dalam metode penafsiran hukun tentu yang seperti ini harus dilihat dari konteks permasalahan yang terjadi,keris dan benda pusaka lainnya dapat beralih fungsi menjadi senjata tajam yang mematikan ketika pemiliknya mempunyai niat untuk melakukan tidakan – tindakan melawan hukum.Tindakan melawan hukum yang dimaksud misalnya melukai atau membunuh seseorang.

Sebuah legenda dan asal muasal sebuah keris sebagai pusaka piranti cagar budaya dan benda warisan leluhur dan bukan senjata tajam ini adalah kedudukan keris dan fungsi keris dalam budaya masyarakat Nusantara.Berdasarkan rumusan Pasal 1 UU RI No 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya adalah :

Benda buatan manusia,bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan atau kelompo,atau bagian – bagian atau sisa – sisanya, yang berumur sekurang – kurangnya 50 ( lima puluh ) tahun,atau mewakili masa gaya yang khasdan mewakili masa gaya sekurang – kurangnya 50 tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, Ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah,ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. seperti tertuang dalam pasal.

Pasal 6 ayat (1 dan 2) Undang-Undang RI No.5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya :
1) Benda Cagar Budaya tertentu dapat dimiliki atau dikuasai oleh setiap orang dengan tetap memperhatikan fungsi sosialnya dan sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini.
(2) Benda Cagar Budaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah benda cagar budaya yang :
a. dimiliki atau dikuasai secara turun-temurun atau merupakan warisan
b. jumlah untuk setiap jenisnya cukup banyak dan sebagian telah dimiliki oleh Negara.
c. Dalam hal orang sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 adalah warga negara indonesia yang dapat dimiliki atau dikuasai adalah benda cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf a dan b.
d. Dalam hal orang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah warga negara asing, yang dapat dimiliki atau dikuasai adalah benda – benda cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf b.

Keris sebagai benda cagar budaya

Segenap warga dari seluruh indonesia pasti akan setuju dan sepakat jika memposisikan keris dan tosan aji sebagai benda yang mempunyai nilai penting bagi sejarah,ilmu pengetahuan,dan kebudayaan. Penyalahgunaan fungsi keris untuk yang sifatnya melawan hukum hanya akan merusak budaya keris dan mengubah presepsi masyarakat,yang tadinya menilai sebagai benda agung dari seorang empu yang memiliki nilai budaya,sejarah dan nilai mistis menjadi sekedar benda berwujud senjata tajam biasa.

Untunglah sekarang banyak bermunculan perkumpulan,organisasi pecinta keris dan tosan aji indonesia yang kita harapkan menjadi benteng bagi budaya melestarikan pusaka di indonesia sehingga benda – benda cagar budaya tersebut tidak jatuh ke museum – museum yang berada di luar negri.

ingat kita harus bangga dengan pusaka asli indonesia karna Keris Indonesia merupakan karya agung warisan kerajaan masa silam, Tanggal 25 November 2005 Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa “UNESCO” telah mengukuhkan keris Indonesia sebagai karya agung warisan budaya milik seluruh bangsa di dunia

beberapa saran dari saya bila anda menghadapi Razia atau Operasi senjata Tajam oleh aparat yang berwajib ( kepolisian ) dan anda dalam posisi membawa keris maka yang sebaiknya anda lakukan adalah :

1.Bungkuslah dengan rapih keris ataupun benda pusaka lainnya dengan koran atau kantong keresek sehingga posisi keris tidak dalam keadaan siap dihunuskan atau siap dipakai.karna bisa jadi itu menjadi poin penting dalam memojokan anda.

2. Bersikap tenang. Apabila anda tegang maka anda akan gugup menghadapi pertanyaan petugas, apabila anda gugup posisi anda akan lemah dan akan mudah dipojokan.

3. Berkata jujur. katakan kepada petugas bahwa anda membawa benda pusaka.tunjukan niat baik anda jangan sampai anda berbohong kepada petugas.

4.Aturan Hukun dan Undang – Undang.Tunjukan dan jelaskan kepada petugas yang berwajib.mengenai substansi dari pasal 15 ayat (2) huruf (e) UU RI No.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.Dan tunjukan juga substansi dari pasal 1 UU RI No.5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.

5.Sebaiknya anda bergabung dengan pecinta keris,tosan aji maupun benda cagar budaya di daerah tempat anda tinggal sehingga anda memiliki teman – teman untuk berbagi dan menolong untuk masalah – masalah seperti ini karna biasanya mereka sudah memiliki badan hukum yang lebih mengerti dalam prihal perkerisan dan tosan aji.

mustikapusaka.com

Guru Spiritual anda 

Raden Ireng Kencana & Keluarga Kerajaan Pajajaran

Tags :

Ngaruwat Ngarumat Jagad

24 September , 2017 , Kategori : 1. Testimoni , Wisata Gaib dan Dunia Supranatural

Ngaruat Ngarumat Jagad السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ  SAMPURASUN ! Sebelumnya saya memohon maaf kepada pengunjung web mustika pusaka yang mungkin mengharapkan update lebih sering, karna banyak benda yang sudah termahar dan belum ada pilihan baru lagi....

Perang Gaib dengan Jin Kiriman

Pengalaman ini dialami oleh salah seorang pemahar saya, sebenarnya banyak yang mengalami hal serupa dengan cerita yang berbeda – beda tapi pada ujungnya semuanya memikili akhir yang sama yaitu berujung pada pecah / hilangnya Batu Mustika mereka....

Bisa Berkerja Di Amerika Setelah 3 Tahun Menganggur

13 February , 2016 , Kategori : 1. Testimoni , Wisata Gaib dan Dunia Supranatural

Sengaja saya pilihkan testimoni atau kesaksian ini untuk di posting karna testimoni ini banyak mewakili pertanyaan calon pemahar – pemahar selama ini,testimoni lainnya akan di update selanjutnya sebagai referensi dalam menentukan tempat pemaharan mustika berkualitas dan...

Testimoni Mustika Merah Delima Asli

Gambar diatas adalah dua Mustika Merah Delima milik saya yang sudah termaharkan, Tadinya saya tidak akan membuat blog ini namun karna pemahar saya membuat saya cukup miris dengan ngomongin saya di belakang dengan sedikit keterlaluan dan membandingkan...

Pengalaman Supranatural Dengan Khodam Mustika

15 December , 2015 , Kategori : 1. Testimoni , Wisata Gaib dan Dunia Supranatural

Di bawah ini adalah beberapa pengalaman supranatural pemahar dengan kekuatan yang berada pada mustika,,pengalaman ini dirasakan bukan hanya oleh pemilik mustika tapi juga ada beberapa dirasakan oleh anggota keluarganya yang lain,,insyaAllah kedepannya akan sangat banyak pengalaman...


Hotline : 081313389359 SMS Center : 081313389359 BB Messenger : - ireng.kencana@gmail.com